Xiao Hong adalah pendiri dan CEO dari Manus, sebuah startup kecerdasan buatan (AI) yang baru saja diakuisisi oleh Meta Platforms senilai lebih dari US$2 miliar pada akhir 2025 langkah besar yang menandai peranannya sebagai salah satu pemimpin teknologi paling berpengaruh di dunia AI saat ini.
Siapa Xiao Hong?
Nama: Xiao Hong (肖弘)
ProfesI: Pengusaha teknologi, CEO Manus
Lahir: Sekitar tahun 1992–1993 di Jiangxi, Tiongkok
Pendidikan: Software Engineering, Huazhong University of Science and Technology
Dikenal sebagai: “Red Xiao”, tokoh muda yang memimpin salah satu perusahaan AI paling cepat berkembang di dunia
Perjalanan Awal: Dari Mahasiswa ke Pengusaha Teknologi
Xiao Hong menunjukkan ketertarikan kuat terhadap teknologi sejak muda. Ia lulus dengan gelar teknik perangkat lunak dan mulai menekuni dunia startup saat masih kuliah. Alih-alih mengikuti jalur karier tradisional, ia memilih untuk menjadi pendiri perusahaan teknologi.
Pada 2015, Xiao mendirikan Nightingale Technology, perusahaan yang membuat alat produktivitas WeChat seperti Yiban Assistant dan Weiban Assistant. Produk ini menjadi sangat populer di antara pengguna WeChat dan menarik investasi serius dari beberapa firma modal ventura ternama di Tiongkok seperti ZhenFund dan Tencent.
Transisi ke AI: Mendirikan Butterfly Effect & Manus
Setelah sukses awalnya di layanan WeChat, Xiao melihat peluang besar dalam pengembangan kecerdasan buatan.
Monica Langkah Awal dalam AI
Pada 2022, ia mendirikan Butterfly Effect Technology, yang mengembangkan Monica.ai sebuah ekstensi browser AI yang berfungsi seperti “ChatGPT untuk Google”. Monica berhasil menarik puluhan juta pengguna dan menunjukkan kemampuan Xiao dalam membangun produk AI yang menarik pengguna global.
Manus AI Agent yang Mengubah Permainan
Pada Maret 2025, Xiao dan timnya meluncurkan Manus, sebuah autonomous AI agent agen AI yang dirancang untuk melakukan tugas kompleks secara otonom, tanpa perlu intervensi manusia secara langsung. Manus mampu membantu dalam riset, otomatisasi, pembuatan konten, analisis data, bahkan penulisan kode.
Nama Manus sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti tangan, mencerminkan tujuan produk ini sebagai “tangan digital” yang membantu manusia menyelesaikan pekerjaan sehari-hari.
Keberhasilan dan Pengaruh Manus di Dunia AI
Dalam waktu kurang dari satu tahun, Manus berkembang pesat:
⏩Melampaui US$100 juta pendapatan tahunan berulang (annual recurring revenue) dalam delapan bulan saja.
⏩Mendapat lebih dari jutaan pengguna dan menarik perhatian besar di komunitas AI global.
⏩Menjadi pusat perbincangan teknologi karena klaim kemampuan autonomi tingkat lanjut.
Kesuksesan ini menarik perhatian Meta Platforms, yang melakukan akuisisi Manus senilai lebih dari US$2 miliar pada akhir Desember 2025. Dalam prosesnya, Xiao Hong setuju bergabung dengan Meta sebagai Vice President, sambil tetap memimpin tim Manus di bawah naungan perusahaan baru.
Gaya Kepemimpinan dan Filosofi Teknologi
Xiao dikenal sebagai pemimpin muda yang pragmatis dan visioner. Ia fokus pada:
⏩Pengembangan produk yang praktis, bukan hanya riset akademis.
Penerapan AI untuk menyelesaikan masalah real-world, bukan sekadar demo teknologi.
⏩Pertumbuhan mandiri, terbukti ia menolak tawaran akuisisi awal untuk mempertahankan kontrol penuh atas visi perusahaan.
Selain itu, menurut beberapa sumber, Xiao juga seorang investor awal Bitcoin (BTC holder), yang ia gunakan sebagai strategi manajemen risiko dan keyakinan finansialnya sejak 2013.
Pengaruh Global dan Masa Depan AI
Akuisisi Manus oleh Meta menandai titik penting dalam sejarah AI global karena startup yang berakar di Tiongkok dengan cepat menarik minat salah satu raksasa teknologi dunia. Integrasi teknologi Manus ke ekosistem Meta, termasuk ke produk-produk populer seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp, berpotensi mengakselerasi penggunaan AI dalam kehidupan digital sehari-hari.
Xiao Hong sendiri kini menjadi sosok yang penting dalam kompetisi global AI, terutama di tengah persaingan intens antara perusahaan teknologi besar seperti Meta, Google, dan OpenAI.
Xiao Hong adalah contoh nyata dari generasi entrepreneur AI baru pemimpin muda, berani mengambil risiko, dan berhasil membawa startup dari ide awal menjadi bagian dari perusahaan teknologi terbesar di dunia. Perjalanan hidup dan kariernya menunjukkan bagaimana visi yang kuat dan eksekusi inklusif dapat menghasilkan perubahan besar dalam lanskap teknologi global terutama dalam kecerdasan buatan yang kini semakin mengakar dalam kehidupan manusia.